Terbata-bata

1152 Kata

Ini sudah pasti ulahnya, batin Oase. “Plug!” Oase langsung menghantam pipi kanan Roka hingga Roka terjatuh ke tanah. Roka tersenyum menatap Oase yang wajahnya merah padam karena emosi. Oase hanya menghela nafas sesaat, lalu kembali memukulinya lagi. “Plug!” “Plug!” “Plug!” “Hentikan Oase!cukup hentikan!” Namo mencoba menarik lengan Oase tapi Oase masih tidak menghiraukannya. “Plug!” “Plug!” “Plug!” Anke datang. “Hentikan Oase!Apa kamu mau kembali ke mercusuar?” Anke menggertak cukup keras. Oase menahan kepalan tangannya untuk menghantam wajah Roka dengan raut wajah marah dan berkaca-kaca. “Arrrggggghhh!b******k kau Roka!” Oase menendang kaleng yang ada di hadapannya. Roka bangkit berdiri, sambil mengusap darah yang keluar dari ujung bibirnya dan hidung kanannya. Roka masih t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN