“Apa kamu tidak akan menjawabnya?Apa kamu juga akan menolaknya?” Mola sudah bersiap untuk mencubit perut Anke. “Tapi, tunggu!Apa kejadian itu membuatmu kehilangan sesuatu atau terjadi sesuatu?” Anke menyelidik. “Kau bilang, kau ini Dewa takdir, kamu bisa kan membuka buku takdirku?Apa yang kamu lakukan bukan membuatku kehilangan sesuatu tapi membuatku bertambah sesuatu.” Penjelasan Mola membuat Anke mengernyit. “Bertambah sesuatu?” Anke berfikir sejenak, tiba-tiba dia terkejut dengan mata yang terbelalak, “Tidak, ini tidak mungkin. Kau?Apa kecelakaan itu membuatmu—“ “Ya, aku hamil. Sudah lima bulan tapi tidak terlihat terlalu besar, aku masih bisa menutupinya!” Mola membuka Jaket tebalnya. Anke sedikit menahan nafas karena terkejut melihat apa yang dilihatnya saat ini. Aku tidak perna

