“Oase!Oase!Bangun Oase!” Urvilla menoleh ke kanan dan kekiri jalanan itu terlihat sangat sepi, air matanya masih terus bercucuran dan hujan masih mengguyur dengan sangat lebat. “Bangun Oase!Aku mohon bangunlah Oase!Bertahanlah Oase!” saat akan mengangkat tubuh Oase Urvilla baru merasakan bagian perutnya terasa sakit, dia meraba perutnya dan Urvilla melihat darah di tangannya. “Tidak, aku juga terluka, aww!” Urvilla mulai panik, dia merogoh handphone yang ada disakunya tapi handphone itu mati karena kehujanan. Apa aku juga bisa melakukan teleportasi?Jika bisa bagaimana caranya?Apakah aku harus memunculkan mata hijauku?Tapi bagaimana caranya? pikir Urvilla yang juga menahan rasa sakit. Aku harus bisa!Jika tidak Oase tidak akan tertolong dan aku juga akan kehabisan banyak darah. Urvilla m

