Urvilla bengong melihat sikap pria dihadapannya saat ini. Dia sedikit menjauh saat Oase mendekat. “Kamu tidak punya niat meracuniku kan?Tunggu!Aku juga ingin memeriksa sesuatu,” Urvilla tiba-tiba mendekat ke arah Oase lalu menempelkan punggung tangannya ke dahi Oase. Dia tidak demam, lalu kenapa dia bisa sebaik ini? Urvilla masih heran. “Sepertinya kamu terlalu banyak menonton film, aku baik-baik saja, aku tidak demam!” Oase mengambil piring dan mengisi ramen, nasi dan telur sedikit lalu memasukkan semua itu ke dalam mulutnya. Oase mengunyah makanan di mulutnya sampai habis, “Kau sudah percaya sekarang?Tidak mungkin aku meracunimu, jika aku memakanna sendiri!Sekarang buka mulutmu!” Oase kembali mengambil piring untuk Urvilla. Urvilla manyun, dia tidak bisa menolak lagi, mulutnya mengan

