Memahami

1624 Kata

“Kau memang dewa yang sangat pengertian, terimakasih.” Ucap Namo. Ditempat itu juga Namo membuat layar itu benar-benar terhubung dengan Oase. “Hei, Oase!” panggil Namo lirih. Oase sudah mendengar suara itu, Seperti mendengar suara Namo? Namo memanggilnya lagi, “Oase, buka matamu!” setelah mendengar suara itu sekali lagi, Oase benar-benar membuka matanya, matanya terkejut, itu memang suara orang yang selalu dia harapkan dan muncul di layar, Urvilla masih nyenyak dan memeluknya dengan nyaman. “Kau?Kenapa kau baru menghubungiku sekarang?Kau benar-benar ingin dibunuh?Kapan kau akan mengeluarkan aku dari rumah ini?” Oase memperlihatkan wajah kesalnya dengan suara sangat lirih, masih sesekali menoleh ke arah Urvilla yang masih memeluknya dengan erat, saat Urvilla bergerak Oase mengusap pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN