“Bi!” Altaf buru-buru menengahi. Melepaskan tangan Bias dengan segera dari leher Ciara. “Ingat Cinta, Bi! Ingat anak kalian.” “Bi … udah.” Cinta ikut menengahi. Ia mengusap lembut d**a Bias dan membawa suaminya menjauh. Cinta tidak pernah menduga, jika Bias bisa melakukan hal sekasar itu pada mantan kekasih yang dulu sangat dicintainya. “Bawa Cia dari sini, Al,” pinta Cinta. Ia tahu benar bagaimana rasanya berada di posisi Ciara, karena Bias juga pernah melakukan hal yang sama padanya. Ia bisa merasakan ketakutan dan kemarahan yang kini pasti dirasakan oleh gadis itu. Altaf mengangguk dan meraih lengan Ciara yang terbatuk untuk menjauh dari Bias. Wajah adiknya itu langsung terlihat pucat dan kedua matanya sudah berkaca-kaca. Altaf tidak akan membela Ciara, karena ia tahu benar gadis it

