“Aku sudah siapkan semua berkas yang diperlukan untuk mengurus perceraian Papa dan tante Briana,” ujar Altaf setelah Ciara pergi dari kamar tersebut, “semua diurus sama pengacara, jadi Papa nggak perlu repot-repot.” Kiano terdiam. Tidak memberi komentar, karena ia memang sudah menalak Briana. Belum juga rasa sakitnya hilang karena istrinya pernah mengurung Cinta, Briana kembali berulah dan hendak melenyapkan putrinya. “Dan masalah uang bulanan Cia tadi, jangan pernah lagi beri dia transferan setiap bulannya karena Cia harus belajar mandiri,” lanjut Altaf tegas, “kalau sampe aku tau Papa ngirim transferan diam-diam sama Cia, sikapku ke papa akan lebih buruk daripada Cinta.” “Kenapa kamu jadi sekejam ini?” “Aku? Kejam?” Altaf tertawa hambar. “Kalau aku kejam, apa sebutan yang pantas untu

