“Minta pak Vano siap-siap, kita berangkat 10 menit lagi,” titah Kiano pada Farhan yang baru menyelesaikan sarapannya. “Iya, Pa.” Farhan bergegas pergi dari ruang makan, melaksanakan perintah papanya. “Papa mau ke mana?” tanya Ciara masih berkutat dengan sarapannya yang belum habis. Selera makannya memang berkurang, sejak Altaf menyimpan kartu AS untuk mengancamnya. Ciara tidak bisa berkutik dan mau tidak mau ia harus menuruti semua yang diperintahkan Altaf agar hidupnya tetap berjalan baik ke depannya. “Ke sekolah Farhan,” ucap Kiano lalu meminum vitaminya. “Ngapain?” Kiano tidak langsung menjawab. Ia menelan vitaminya lebih dahulu dan lanjut menghabiskan airnya di gelas kecil. “Farhan minta homeschooling. Jadi, Papa mau ngurus surat-suratnya di sekolah.” “Kenapa?” “Karena kondisi

