81~BC

1175 Kata

“Selamat, Pak Dirut,” ucap Cinta mengulurkan tangan pada Altaf, setelah semua anggota rapat memberi ucapan selamat pada pria itu. “Terima kasih,” balas Altaf segera menyambut tangan Cinta. Menggenggamnya erat dengan penuh kerinduan, meski suasana saat ini benar-benar formal. Jauh di lubuk hati, Altaf merindukan sosok Cinta yang dulu sering menempel dan banyak bicara padanya. Namun, semua itu telah hilang tertelan waktu dan tidak lagi dapat terulang kembali. Banyak sesal yang hanya bisa dipendam dan luka yang membuat mereka berjarak. “Dan kamu masih harus jadi asistenku,” lanjut Altaf, “masih banyak yang harus kamu pelajari sebelum memegang jabatan di sini.” “Nggak usah dikasih jabatan dulu,” ucap Cinta menarik tangannya kembali, “habis ini aku mau cuti lahiran dan mau fokus ngurusin a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN