78~BC

1666 Kata

“Papa sudah enakan?” tanya Ciara setelah selesai makan malam, “apa masih ada lemas, nggak nafsu makan, atau gimana?” Mau tidak mau, Ciara akhirnya kembali ke rumah. Tinggal bersama Kiano dan Farhan. Altaf memberinya tugas untuk memperhatikan keduanya, terutama adik mereka. “Sudah nggak papa,” jawab Kiano setelah menyuruh Farhan kembali ke kamarnya untuk belajar. “Mungkin, satu atau dua hari ke depan Papa sudah bisa pergi ke kantor.” “Bisa jenguk Mama?” tanya Ciara ragu, “besok … mama sudah bisa keluar rumah sakit. Jadi, sebelum Mama dibawa ke kantor polisi, apa bisa Papa nemui Mama dulu?” Kiano menggeleng. “Jangan sekarang, Papa masih butuh waktu.” “Papa tinggal duduk, diantar sopir, terus–” “Jangan sekarang, Cia,” putus Kiano mengulang ucapannya, lalu memundurkan kursi, “nanti–” “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN