“Ngapain ke sini?” tanya Ciara ketus, pada Altaf yang berada di ruangannya. Pria itu datang tanpa mengabari terlebih dahulu dan tahu-tahu langsung memasuki ruang kerjanya di restoran. Altaf menatap Ciara santai dari kursi kerja gadis itu, tubuhnya bersandar dengan kedua kaki terjulur di atas meja. “Mulai besok, kamu tinggal di rumah sama papa dan Farhan,” ujar Altaf memberi perintah dengan intonasi datar. “Kenapa juga aku harus tinggal sama mereka,” balas Ciara menghempas tubuhnya dengan kesal di sofa bed. Ia berbaring dan bersedekap menatap Altaf. “Sebentar lagi papa akan pensiun dari Naraland, jadi, aku mau kamu perhatikan papa dan Farhan kalau lagi nggak di restoran.” “Kenapa harus aku?” “Memangnya siapa yang harus aku suruh, selain kamu?” “Ada bibik.” “Kamu itu anaknya.” “Mas

