Kejahatan tak harus dibalas dengan kejahatan. Serahkan semua kepada Tuhan, biar ia yang membalasnya. ***** Zahra menatap pemandangan yang ada di luar melalui balkon kamarnya dengan tatapan kosong. Zahra masih memikirkan ucapan Raga yang menyatakan bahwa Karin adalah kekasihnya. Zahra benar-benar tak habis pikir mengapa masalah yang ia hadapi datang bertubi-tubi. Zahra sudah cukup senang karena sempat dekat dengan Raga lagi saat hujan turun kala itu, tetapi sekarang ia merasa tak dianggap kembali oleh cowok itu. Tokk...tokkk...tokkk Zahra menoleh ke arah pintu kamarnya yang masih tertutup. "Siapa?" tanya Zahra yang masih diam di tempatnya. "Gue, Ra," Zahra menghela napasnya panjang kemudian berjalan untuk membukakan pintu. "Kenapa lo?" tanya Zahra saat melihat wajah Radit begi

