Radit terpaksa menjemput Chintya di SMA Pelita. Radit hanya tak mau Chintya berbuat yang aneh-aneh lagi jika ia tak menuruti permintaannya. Radit segera menghubungi Chintya dan berkata bahwa ia sudah menunggu di depan gerbang. Tak lama kemudian, gadis itu muncul. "Haiii, Dit," sapa Chintya dengan memamerkan senyuman manisnya. Meskipun Chintya merupakan gadis yang mempunyai paras cantik, tetapi Radit tetap tak bisa mencintai gadis itu. "Cepet masuk," ujar Radit mengistruksikan agar Chintya masuk ke mobilnya. Chintya menurutinya dan segera masuk ke mobil Radit. "Mau kemana?" tanya Radit. "Mau mampir ke cafe dulu nggak? Makan gitu?" tawar Chintya. "Gue gak punya banyak waktu," Chintya mengerucutkan bibirnya, "yaudah deh, langsung ke butik aja," Radit menoleh sekilas ke arah Chintya,

