"Dia anaknya temennya Papa. Kebetulan dia di pindahin disini, jadi..."
"Mobil semalem?" tanya Reynard tiba-tiba. Sontak perhatianku langsung mengarah padanya. Semalam? Apa mungkin Reynard tau soal ini?
"Mobil semalem? Lo lewat depan rumahnya Tania atau...?" Kini Akbar mulai bicara, ia berjalan lebih dekat ke arah kami berdua, mulai menatapku dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan.
"Lo siapanya Tania?" tanya Reynard.
"Yang harusnya nanya itu gua, lo siapanya Tania?"
Situasi ini benar-benar membuatku bingung. Akbar dan Reynard saling menatap, tatapan mata yang sangat tajam.
"Kenalin gue Akbar, calon tunangan Tania."
Nafasku tercekat tatkala mendengar apa yang baru saja Akbar katakan di depan kami semua. Ia mengatakan dengan sangat jelas bahwa aku adalah calon tunangannya. Bagaimana bisa? Desi kini melirikku, ia menatapku dengan tatapan yang tajam aku tau ia pasti punya banyak pertanyaan untuk hal ini. Bagaimana sekarang?
"Terus lo itu siapa? Punya hubungan apa sama Tania?" tanya Akbar lagi. Ia seperti tengah menunggu jawaban yang sangat besar dari Reynard.
"Akbar..." panggilku. Ia menoleh menatapku.
***
Situasi tadi benar-benar telah membuat Tania bingung. Entah apa maksud Akbar mengatakan hal semacam itu di depan semua orang padahal jelas-jelas kami tidak memiliki hubungan apapun, bahkan kami baru saja bertemu semalam tapi dia dengan penuh percaya diri mengatakan hal itu semua. Itu benar-benar membuatku merasa tidak nyaman.
Kulirik Desi yang tampak kesal, ia memijat pelipisnya. Sesekali ia melirikku.
"Lo harus jelasin semuanya sama gue! Gue nuntut lo buat cerita tentang apa yang sebenernya terjadi di antara kalian bertiga!" ucap Desi yang membuatku seketika menunduk.
"Gimana caranya aku jelasin semuanya sama kamu kalau aku sendiri aja bingung maksud dia ngaku-ngaku kayak gitu di depan umum sama Reynard itu apa? Padahal kita baru aja ketemu semalem. Bener-bener ga jelas banget tu orang!" balasku membela diri.
Aku menghela nafas pelan, mencoba untuk tetap tenang dan santai.
"Lo harus ngomong sama dia dan minta penjelasan! Lo ga mau kan terus terusan diem aja? Kalian ga punya hubungan apa-apa loh! Dan lo juga harus jelasin ke Reynard biar dia ga salah paham soal hubungan kalian!"
"Iya, aku tau. Kenapa sih aku harus hadapin hal kayak gini lagi? Udah capek banget."
"Sabar ya, cuma itu yang bisa gue lakuin "