Bab 19 Tunangan

399 Kata
Takterasa Senja sudah 1 tahun bekerja jadi baby sister. Hubungan antara Alan dan Senja semakin dakat dan mulai muncul percikan - percikan cinta diantara keduanya. Malam ini Alan mengajak Senja dan Reno makan direstoran yang romantis mereka seperti keluarga yang bahagia, karena Alan memakai pakaian jas warna abu-abu begitupun dengan Reno, kedua laki-laki tersebut sangat tampan sehingga jadi pusat perhatian direstoran tersebut. Begitu pun dengan Senja dia memakai gaun warna hitam selutut sehingga memamerkan kaki jenjang nya dengan model leher sabrina yang memamerkan leher jenjang milik Senja dan dihiasi kalung perak warna putih, sehingga membuat penampilan Senja begitu elegan dan mempesona. "Meja pesanan Alan Hermawan" ucap Alan dengan pelayan restoran tersebut "Mari pak saya akan tunjukkan tempatnya" ucap pelayan itu sambil berjalan menuju meja pesanan Alan " Ini pak meja pesanan anda" Setelah pelayan tersebut pergi makanan pesanan Alan sudah tersaji dimeja "Ini ada acara apa pak ?" Tanya Senja "Udah makan dulu aja, nanti saya jelasin" ucap Alan sambil makan "Mama suapin Reno" ucap Reno sambil mendorong pirinya kearah Senja "Iya sini mama suapin Reno " ucap Senja sambil mengambil piring milik Reno "Ayo aaaak pesawat mau masuk gua" lanjutnya "Ihh mama kok gitu aku nggak suka ya, kayak anak kecil aja" ucap Reno sambil merajuk "Emang kamu udah besar" ucap Senja menggoda Reno "Udah ma, aku udah besar" ucap Reno bersunggut - sunggut "Kalo udah besar kenapa belum sunat" "Oke, besok Reno mau sunat mah" ucap Reno sambil melotot "Besok daddy jangan masuk kantor ya, soalnya Reno besok mau sunat biar nggak diejek mama masih kecil" ucap Reno kepada Alan "Iya sayang, besok kita kerumah sakit" Takterasa 30 menit mereka makan, makanan didepannya sudah habis dimakan "Jadi gini Senja, kamu mau nggak jadi mamanya Reno. Memang saya bukan laki-laki yang romantis, dan saya akan berusaha membahagiakan kamu. Saya cinta sama kamu Senja entah itu kapan intinya saat saya bersama kamu hatiini terus bergetar dan nyaman" ucap Reno sambil menekuk kakinya sambil menyodorkan cincin Tak terasa air mata Senja menetes karena saking bahagianya"Iya pak saya mau, Saya juga cinta sama bapak, jadi cinta saya tidak bertepuk sebelah tanagn dong" diahiri dengan tawa Senja "Makasih Senja" ucap Alan sambil memeluk Senja dengan erat Saat berpelukan ada sosok yang menarik jas milik Alan. Alan dan Senja langsung melihat kebawah untuk melihat siapa pengganggu kemesraan mereka "Ada apa Reno" ucap Alan "Aku juga mau diajak berpelukan" ucap Reno sambil memajukan mulutnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN