Setelah urusan dipolisi selesai Senja langsung kerumah Kila karena rencananya sore ini Senja dan Kila akan pergi kepuncak, ohya perlengkapan milik Senja untuk kepuncak sudah ditaruh kerumah Kila, karena jalan kerumah Kila merupan jalan untuk kepuncak.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit Senja sudah sampai dirumah Kila, Senja langsung mengetuk pintu gerbang rumah Kila. Takberselang lama pak Udin saatpam dirumah Kila membukakan gerbangnya.
" Eh non Senja, udah lama nggak main kesini" ujar pak Udin
" Iya pak lagi subuk soalnya kan lagi nyusun sekripsi pak. Kila- Nya ada kan pak ? " tanya Senja
" Ada non silahkan masuk " Senja menjawab dengan anggukan kepala dan semyuman yang ramah
Tok tok
" Eh Senja ayok kita langsung brangkat aja ya soalnya kalo kemalaman angker hehehe" ujar Kila sambil menggaruk kepala belang yang tudak gatal
" Terus barang - barangku udah kamu masukkan kedalam mobil "
" Udah " jawab Kila dengan semangat
" AYO KITA BRANGKAT " ujar Senja sambil berteriak - triak karena saking senangnya
Selama perjalanan Kila memutar musik milik Bona yang berjudul " ku berikan bahuku "
Aku akan menunggu sampai akhir
Untuk kubisa bahagia denganmu
Teguhnya hatiku mencintaimu
Hingga darah ini membeku
Aku memang tak banyak butuh waktu
Untuk bisa mencintai dirimu
Jika kau menyuruh melupakanmu
Tak cukup umur kulakukan itu
Kuberikan bahuku
Temanimu sampai engkau mengerti
Kucinta sejatimu
Tinggallah di hatiku
Selamanya tetap di hatiku
Agar kita bisa menua bersama (menua bersama)
Aku memang tak banyak butuh waktu (butuh waktu)
Untuk bisa mencintai dirimu (cintaimu)
Jika kau menyuruh melupakanmu
Tak cukup umur kulakukan itu
Kuberikan bahuku
Temanimu sampai engkau mengerti
Kucinta sejatimu
Tinggallah di hatiku
Selamanya tetap di hatiku
Agar kita bisa (bisa) menua bersama
Oo-ho-hoo
(Ingin menua bersamaku)
Huo-oo
Kuberikan bahuku
Temanimu sampai engkau mengerti
Kucinta sejatimu
(Tinggallah di hatiku)
Selamanya di hatiku
Agar kita bisa (agar kita bisa) menua bersama
Tinggallah di hatiku
Agar kita
Menua bersama
Tak terasa Senja meneteskan airmata karena lagu tersebut merupakan lagu kesukaan Senja dan Ardi saat masih pacaran.
" Maaf ya Senja karena aku kamu jadi sedih " ujar Kila dengan nada menyesal
" Aku rindu Ardi Kila" jawab senja sambil nangis
" Kamu haru lupain Ardi "
" Aku nggak bisa lupain Ardi kil, bayangkan saya orang yang aku sayang meninggal didepan mata aku sendiri, dia mengorbankan nyawanya untuk nolongin anak kecil " jawab Senja sambil nagis sesugukan
" Kalo kamu nggak bisa melupakan Ardi seenggaknya kamu bisa membuka hatimu buat laki - laki lain "
Senja diam karena malas berdebat dengan Kila yang pembahanya selalu tentang untuk membuka hati untuk laki - laki lain.