▪️Chap 32▪️

2501 Kata

-Lebih baik hidup di antara pahitnya kenyataan datipada harus berada di zona nyaman sebuah ilusi- ▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️ "Aku tak mampu melakukannya." Seorang wanita paruh baya itu terus saja melayangkan cambukan demi cambukan. Memberi goressn yang membekas di punggung. Terasa perih, panas, dan menyakitkan. Bukan hanya fisik yang merasa tersakiti. Hatinya pula ... merasa sangat pedih. Andai bisa memilih, ia akan memilih mati. Namun, kehidupan justru membuatnya bertahan untuk menderita. Di umur yang masih baya, ia harus merasakan kepahitan tiada tara. "Lakukan. Buktikan. Atau kau akan berakhir di ruang bawah tanah." "A—aku benar-benar tak bisa melakukannya, Ibu." Sebuah cambukan yang cukup keras melayang setelah mendengar kata sapaan itu terucap. "Sudah kubilang. Jangan panggil aku ibu. Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN