Wayne dan Tanner datang lebih dulu dari yang lainnya.
"Kami dari tadi di sini aja deh, gak kemana-mana," kata Nelson yang spontan mengarahkan pandangannya kepada Wayne sambil menggelengkan kepalanya.
"Yakin?" tanya Wayne memastikan. Dia tampak tidak yakin dengan apa yang dilihatnya.
"Yakin! Kalian berburu lagi?" jawab Nelson kemudian pemuda itu menanyakan balik ke Wayne.
"Tidak, kami semua mencari kalian berdua," kata Wayne sambil menggelengkan kepalanya sedikit. Wajah lelaki itu terlihat datar dan sedikit linglung namun sorot matanya menampakkan khawatirkan.
"Mencari kami? Perasaan kami berburu di dekat sini kemudian mencuci daging hasil buruan kami di tepi sungai," kata Aza menjelaskan sambil menunjuk ke arah sungai dengan rahang bawahnya. Kedua tangan Aza sibuk memilah kelinci dan ayam.
Wayne dan Tanner diam termenung, tepi sungai, sesuatu yang tidak pernah dipikirkan oleh mereka, bisa-bisanya mereka tidak berpikir untuk mencari di tepi sungai.
"Kalian tidak sadar ada sesuatu yang hilang di sini?" tanya Aza kepada Tanner dan Wayne.
Kemudian dua lelaki tampan itu memikirkan sesuatu.
"Benar juga ... kenapa aku tidak sadar bahwa ada sesuatu yang hilang di sini," guman Tanner sambil berpikir. Alisnya yang seperti pedang mata satu sedikit berkerut menandakan dia sedang berpikir keras.
"Kita benar-benar bodoh," kata Wayne sambil menepuk bahu Tanner pelan, dari suaranya terdapat ejekan untuk diri sendiri.
"Aza!"
"Nelson!"
Suara panggilan yang datang secara bersamaan.
Leonard dan Darrel memanggil Nelson sedangkan suara satunya Eruza dan Reymond yang memanggil Aza. Mereka semua tampak sangat khawatir kepada dua lelaki itu.
"Kalian dari mana saja!" seru Eruza lagi, wajahnya terlihat sangat mengkhawatirkan kedua sosok yang tidak tahu menahu itu.
"Kalian sedang mencari kami bertiga?" tanya Nelson sambil menunjuk dirinya sendiri, tangan lelaki itu terdapat bercak darah kelinci dan ayam yang baru saja selesai di pilah olehnya dan Aza.
"Kalian dari mana saja?" tanya Eruza, kali ini suaranya tampak sedikit tenang meskipun terdengar sangat panik tapi tidak separah tadi.
"Kami habis berburu Harimau Putih dan lima kelinci kemudian kami mencucinya," jelas Nelson kepada Eruza tangannya sambil menunjuk ke arah hasil kerjaan mereka tadi.
Wajah Eruza seperti orang tua yang sangat mengkhawatirkan anaknya yang dia kira akan menghilang.
"Sudah-sudah, ayo kita cuci semuanya bersama, besok akan sangat melelahkan," kata Tanner sambil membawa dua tas anyaman di bahu kiri dan kanannya.
"Kalian bawa hasil buruan kalian," kata Reymond kemudian mengambil kelinci yang sudah di pilah Aza dan Nelson.
Semuanya pun membawa hasil buruan mereka serta mencuci semuanya hingga bersih. Kulit yang bisa di gunakan akan di simpan dan di olah untuk penghangat badan.
"Bumbu berbequenya sudah?" tanya Leonard, lelaki itu sedang sibuk membuat berbagai macam wadah, dari tempat air untuk cuci tangan, baskom, tempat baju kotor dan lain-lain.
Masing-masing dari mereka membawa lima lembar baju. Namun baju itu terlihat usang karena selalu di cuci dan digunakan.
"Tapi kita tidak tahu apa-apa tentang dunia ini, mata uang apa, berapa harga yang cocok untuk makanan yang kita jual," kata Wayne, lelaki itu bersandar di sebelah jendela rumah pohon.
"Ok ... kesimpulannya, ketika kita menata gerobak dua orang pergi untuk mencari informasi, jika bisa tanyakan kepada tukang jualan, anggap saja pura-pura beli terus karena uangnya tidak cukup kita tidak jadi membeli, dengan begitu kita bisa menjual daging dengan harga layak atau lebih murah?" jelas Eruza. Posisi kakinya duduk bersila dengan kedua kepalan tangan saling bertautan satu sama lain. Pandangannya yang ramah seperti melihat masa depan yang sudah dia rencanakan.
"Benar ... sekarang ayo tidur," kata Wayne. Lelaki itu sudah siap dengan selimut kulitnya yang tebal dan lembut.
Bulu hewan yang selama ini mereka dapat. Mereka menjadikannya alas tidur, selimut, mantel, dan lain-lain.
Bertahan hidup di hutan tidaklah mudah. Tubuh kedelapan pemuda tampan itu adalah tubuh idaman setiap pria. Memakan banyak daging dan sayur namun tidak terlihat tumpukan lemak di tubuh mereka, bahkan tubuh mereka bertambah kuat dan berotot, dengan wajah tampan di atas rata-rata mungkin saja para gadis di desa nanti akan berbondong-bondong membeli dagangan mereka hanya karena ingin melihat wajah tampan mereka ditambah harga daging yang sangat murah dan susah di cari.
Kalian tidak lupa kan ... makhluk di Hiden World kehilangan setengah kekuatannya akibat bulan penyerap kekuatan milik Lucifer sang raja Iblis. Namun semua itu tidak berpengaruh kepada mereka karena mereka bukanlah makhluk Hidden World mereka berasal dari dunia yang bernama Bumi.
Semuanya ikut mengangkat selimutnya mereka kemudian membaringkan tubuh mereka yang lelah di dinginnya lantai pada malam hari.
⚛⚛⚛
Matahari mulai naik ke atas langit namun eksistensinya tidak bisa di rasakan oleh Makhluk Hidden World, yang dapat kita lihat hanyalah dua bulan besar yang terus menerus ada di atas langit. Bagaimana Eruza dan kawan-kawan mengetahui bahwa matahari mulai terbenam? Karena cahaya kekuningan yang menyorot ke arah barat membuat Azareel dan kawan-kawan menganggap itu adalah matahari yang tidak terlihat eksistensinya.
Cahaya kuning keemasan menyinari Hidden World dengan tenang. Kedelapan pemuda tampan sibuk mengurus persiapan mereka untuk jualan.
"Dagingnya sudah siap?" tanya Tanner kepada Reymond yang sedang berjalan sambil membawa sekotak bumbu dapur.
Reymond berhenti sebentar, kemudian menjawab, "Tadi Eruza yang mengangkatnya ke gerobak."
"Hoo ... kirain belum, jadi persiapan kita hampir selesai," kata Tanner sambil mengikuti Reymond di belakang.
"Bisa jadi, semoga kita sukses besar," kata Reymond, lelaki itu mendongakkan kepalanya ke atas sembari menatap langit biru yang cerah.
"Harinya juga sangat mendukung untuk debut jualan kita," kata Reymond kemudian melanjutkan perjalanannya menuju gerobak besi bercampur kayu. Gerobak yang terlihat berat namun sangat ringan. Di setiap roda terdapat sihir angin yang membantu untuk mendorong gerobak dengan cepat.
"Sudah siap semuanya?" tanya Eruza kepada teman-temannya, kemudian dia mendia mendorong gerobak besi dari belakang.
"Nanti si sana kita buat kios kecil untuk memanggang." kata Eruza. Isi kepala lelaki itu penuh dengan rencana mereka untuk beberapa waktu yang akan datang.
"Aku tidak sabar, siapa yang akan mencari informasi?" tanya Azareel, lelaki itu memegang sebuah buku sihir yang diberikan oleh Chimera dari mimpinya.
"Kamu dan Reymond," putus Eruza selaku pemimpin dalam group itu. Azareel hanya menganggukkan kepalanya, dia mengerti mengapa Reymond dan dirinya yang di suruh. Reymond adalah si jenius kecil yang mampu miliki berbagai ide jika dia melihat atau mendengar sesuatu yang menurutnya menarik. Begitu juga dengan Azareel yang mempunyai cukup banyak wawasan tentang Hidden World.
"Sebentar lagi kita akan sampai." Kata Eruza.