Suara daging yang bertemu dengan besi panas memenuhi area sekitarnya. Suasana gelapnya malam yang bertabur bintang menemani sang rembulan di atas langit. Semilir angin berhembus dengan lembut membawa aroma khas daging panggang.
"Ah aku sudah lapar," kata Reymond sambil mengelus perutnya yang rata.
"Mohon bersabarlah, sebentar lagi dagingnya masak," kata Darrel. Lelaki itu sibuk membolak-balikkan daging di atas wajan panas.
"Berbequenya sudah hampir selesai di panggang," kata Leonard sambil membalikkan berbeque di hadapannya.
Azareel memandangi berbeque yang di panggang Leonard dari waktu ke waktu. Lelaki itu tampak linglung ketika melihat berbeque yang mengeluarkan bunyi berdesis ketika Leonard menambahkan bumbu perasa.
"Aza ... apa yang kamu pikirkan?" tanya Eruza sambil mendudukkan bokongnya di sebelah Aza.
"Jika diingat-ingat di pasar tadi tidak ada yang menjual berbeque," kata Azareel, pandangannya tidak lepas dari berbeque yang masih di panggang.
"Ah ... aku mengerti maksudmu," kata Eruza sambil memandang berbeque juga. "kita akan jualan berbeque untuk menghasilkan uang," sambung Eruza lagi.
"Ya."
"Makanan sudah siap! Ayo kita kepondok,"
Kedelapan pemuda tampan itupun mulai masuk ke dalam pondok. Aroma asap yang keluar dari daging yang masih panas memenuhi seluruh area pondok.
Reymond yang tidak sabar untuk makan pun mulai meneteskan air liurnya.
"Argh! Aku sangat lapar!" kata Reymond sambil mengelus perutnya kemudian mengusap sela bibirnya.
"Kak Reymond jorok!" kata Nelson yang berada di hadapan Reymond.
"Aku sudah tidak tahan lagi!" kata Reymond kemudian mengambil setusuk berbeque dan memakannya.
Yang lainnya hanya ketawa sambil menikmati makanan mereka, di sela-sela makan, mereka membicarakan untuk kedepannya.
"Bagaimana cara kita mendapatkan uang?" kata Reymond di sela-sela makannya.
"Jualan?" kata Leonard sambil mengambil daging panggang.
"Aku dan Aza tadi sempat mendiskusikan, bagaimana jika kita menjual berbeque? Ku rasa di sini tidak ada berbeque," kata Eruza sambil menatap teman-temannya.
"Ah! Benar! Kita jualan itu saja!" kata Reymond bersemangat.
"Kita memerlukan kios untuk jualan." kata Wayne sambil menarik daging di tusukan menggunakan giginya.
"Bukankah kita tinggal membuatnya? Mencari dagingnya tinggal kita cari di hutan ini, kurasa di sini sangat banyak daging yang bisa di makan," kata Eruza dengan senyum hangatnya.
Ketika Eruza mengatakan itu, semua binatang berbadan gemuk di hutan itu mulai menggigil kedinginan.
"Berburu sekaligus berlatih!" kata Darrel dengan senyuman hangatnya. Lelaki itu jarang sekali berbicara tetapi dia memiliki senyum yang sangat ramah bagaikan sinar mentari yang menyinari bumi.
"Benar! begitu saja, ah ... jika kalian mendapat ayam atau kelinci dan lainnya, tangkap saja, kita juga memerlukan daging yang lainnya, kurasa daging di sini sangat mahal?" kata Azareel angkat suara.
"Besok kita mulai persiapan, sekarang sudah waktunya kita tidur," kata Eruza final.
⚛⚛⚛
Sinar mentari menyinari bumi, dedaunan yang tertutupi embun pagi, memantulkan cahaya ketika matahari menyinarinya. Udara sejuk khas di pagi hari membuat siapa saja yang menghirupnya akan merasa segar.
"Bangun! Bangun! Bangun!" teriak Eruza pagi-pagi sekali.
"Kita tidak sedang latihan militer!" seru Reymond, terlihat jelas nyawanya masih belum menyatu dengan raganya. Lelaki itu masih di ambang alam mimpi. Ingin terbangun namun enggan untuk meninggalkan.
"Katanya kita harus berburu, kita perlu kerja keras!" kata Eruza sambil menepuk tangannya keras, agar yang lainnya ikut terbangun.
"Sana! Sana! Ayo kita mandi bareng!" kata Eruza lagi. Matanya terlihat sangat berbinar-binar seolah menantikan sesuatu.
Semua yang mendengarnya nyaris merinding seluruh tubuh, terlihat jelas di wajah mereka yang masih linglung dengan badan yang gemetar.
"A ... aku masih perjaka, tolong pelan-pelan," kata Leonard sambil memeluk dirinya sendiri, suaranya terdengar bergetar seperti orang menggigil.
Eruza yang mendengarnya pun melihat Leonard seperti orang bodoh, dia terdiam sebentar untuk memahami perkataan Leonard.
"Aku masih normal! Aku bahkan ada seseorang yang kusukai!" teriak Eruza yang menggelegar sampai-sampai beberapa burung di sekitarnya terbang menjauhi area itu.
"Ayo bangun! Kapan lagi kita akan berangkat?" kata Eruza sambil membawa handuknya menuju sungai.
Dengan langkah yang terhuyung-huyung ketujuh remaja itu mulai berjalan menuju ke sungai.
Eruza yang memiliki semangat penuh langsung membuka baju atasannya dan melepas celananya meninggalkan pakaian dalam untuk menutupi bagian penting.
Lelaki itu meletakkan pakaian di tanah begitu saja kemudian terjun ke sungai yang terasa sangat dingin dan menggoda.
Byur!
Akibat dari suara yang ditimbulkan oleh Eruza, ketujuh remaja langsung membuka mata mereka ngeri, mereka sangat tahu air jam segini sangat dingin tetapi Eruza dengan penuh semangat langsung menyeburkan dirinya tanpa membiasakan suhunya terlebih dahulu.
Biasanya setiap mereka mandi jam segini, mereka akan sedikit membasahi badan mereka menggunakan tangan guna untuk membiasakan suhu dingin air sungai.
"Kita perlu mendinginkan otak supaya diberikan kelancaran dalam berpikir," kata Eruza khusyuk dengan mata tertutup dan telapak tangannya terletak di d**a bidang sebelah kiri.
Badan Eruza terbilang sangat ideal untuk para wanita maupun lelaki, mungkin karena lelaki itu sering melakukan olahraga setiap hari, terlihat jelas di sehari-hari mereka Eruza yang selalu bekerja keras dan sorenya dia melakukan pemanasan atau melatih kekukatnnya.
Satu persatu dari mereka mulai duduk di tepi sungai setelah melepas pakaian mereka. Eruza yang peka terhadap teman-teman dia mengeluarkan kekuatannya untuk menghangatkan air di sekitar sungai, semua dia lakukan untuk teman-temannya, karena hari ini akan ada perburuan yang sangat melelahkan, jadi dia berinisiatif untuk membuat mereka merasakan nikmatnya hidup sebelum bertarung dengan binatang buas.
"Wah! Makasih kak Eruza!" kata Nelson yang merasakan air sungai perlahan-lahan menghangat.
"Ini tidak seberapa dengan apa yang akan kita lakukan nanti," kata Eruza tersenyum lembut, senyum itu bagaikan seorang orang tua yang membantu anaknya dalam kesulitan. Apakah ini faktor usia menikah Eruza? Namun lelaki itu tampak tidak tertarik dengan seorang wanita di tempat mereka tinggal atau bahkan di kampus.
"Ah, sudah berapa lama aku tidak mandi menggunakan air hangat, ini benar-benar membuat tubuh sangat nyaman," kata Reymond, dia sedikit mendesah keenakan akibat air hangat yang menghangatkan seluruh tubuhnya, menghilangkan rasa lelah tubuhnya, otot yang tegang mulai berangsung-angsur pulih.
"Aku akan sedikit memberi obat pada airnya, obat ini cukup untuk membuat kulit seseorang halus secara alami, membantu peredaran darah dalam tubuh, menghilangkan kotoran yang tersumbat di urat nadi tempat sihir lalu lalang, mencerahkan kulit, dan mengurangi lemak dalam tubuh," kata Tanner menuangkan satu botol cairan obat berwarna biru muda yang terlihat sangat jernih dan berkilau saat terkena cahaya matahari.
"Ah! Entah mengapa aku jadi memikirkan uang, ketika melihat cairan obat itu," kata Leonard sedikit mendesah kemudian menyandarkan tubuhnya ke tepi sungai yang agak dalam.
"Ah benar!"