Separuh Hati Terisi Namanya

1035 Kata

Sekembalinya aku ke flat Adios, langsung menghidupkan kompor dan menghangatkan ayam ungkep beku yang baru saja kubeli. Sambil menunggu lelaki itu bangun, ponsel yang dia letakkan di atas meja ruang tamu kuambil dan mencoba mengotak atiknya. Tidak dikunci. Aku tersenyum senang, lumayan, bisa kepo dengan isi dalamnya. Memang layar utama tidak terkunci, tapi untuk masuk ke aplikasi chatting dan galery harus memasukan sandi. Sama aja. Karena kesal, akhirnya hanya alarm yang kuhidupkan. Aku menyeting alarm pukul tujuh pagi. Setelah selesai dengan ritual makan dan mengotak-atik ponsel Adios, aku kembali masuk ke kamar dan merebahkan diri di samping lelaki itu. Malahan ponselku sendiri lupa meletakkan kemarin, entah benda itu di mana. Malas juga mau nyari sekarang, karena sudah tertebak sia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN