Pernikahan Kedua

1108 Kata

Aqna semakin erat menggenggam tangan Aqila. Senyuman itu tiba-tiba terlihat getir, air mata meluncur membasahi pipi. Aqila mendekat sembari menyeka pipi Aqna. Sementara Zaidan mundur perlahan dan berdiri di sisi yang lain.  Aqna menarik napas. Menelan liurnya yang mendadak seperti kerikil. “Menikahlah dengan Zaidan,” lirihnya.   Jantung Aqila mencelus. Dadanya sakit seperti dihantam benda berat. Tiba-tiba air bening itu membendung matanya. Kenapa Aqna meminta hal yang sulit dia kabulkan. Aqila menggelengkan kepala, hendak menolak. Beserta bendungan di matanya yang berhasil membasahi pipi.  Berat hati, Aqna kembali berujar, “Qil, aku mohon,” Suara lemahnya membuat hati Aqila bergetar. “Jagain Zaina dan Zaidan, demi aku,” imbuhnya.   Air bening itu terjun kembali dari sudut mata Aqila. P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN