Zaidan menutup mulutnya. Apa Aqna benar-benar menyembunyikan penyakitnya dari semua orang? “Aqna, aku sudah tahu Mas Zaidan adalah ayah Zaina, ‘kan?” Sebenarnya Aqila tidak membutuhkan jawaban, hanya saja dia ingin mendengar pengakuan Aqna. Aqna menatap Zaidan sekilas, kemudian mengangguk pelan. “Maaf Aqila. Zaidan memang ayah Zaina, tapi dia bukan suamiku. Kamu tetap bisa menikah dengannya.” “Tidak!” Aqila bangkit. “Menikah dengan Zaidan? Bahkan menjalin hubungan dengannya saja bukan hak-ku, Aqna.” “Aqila.” Aqna kembali meraih tangan Aqila. “Aku sudah merelakan berakhirnya hubunganku sedetik setelah aku tahu, Zaidan adalah ayah Zaina.” “Tapi, Qila--” Aqila kembali duduk. Dia menepuk punggung tangan Aqna. “Mau sampai kapan kamu bersembunyi dengan masa lalu kamu? Sementara sudah s

