Tanya Hatimu Sekali Lagi

1346 Kata

Aqna duduk di tepi ranjang, membelai rambut Zaina bergantian dengan sisir yang mengurai surai hitam itu. “Bunda, minta maaf.” Zaina berbalik. “Bunda nggak salah. Ayah yang salah.” Zaina duduk menegakkan tubuhnya. Penuh emosi dia berkata, “Kenapa ayah datang sebagai pacar tante Aqila?”  Aqna terhenyak. Namun, dia mencoba tenang. “Kata siapa?” Nada suaranya sedikit berubah, seolah getir sedang bersembunyi di balik perkataannya.  Zaina terdiam cukup lama.  “Sayang … oke--” Aqna menarik napas. “Dari manapun kamu dapat berita itu. Dengar ... itu semua nggak benar.” Aqna mengangkat wajahnya menahan air mata yang siap terjatuh.  Zaina masih terdiam. Dia memikirkan pertemuan pertamanya dengan Zaidan. Saat itu memang Zaidan memeluk hingga membuatnya takut. Namun, waktu itu Zaina melewatkan saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN