Akad

1099 Kata

Zaidan menghabiskan malam minggunya dengan anak semata wayangnya lewat jaringan telepon. Ada banyak hal yang dia bicarakan, termasuk soal pernikahan Aqna dengan Haris. Zaidan katakan penuh pengertian, bahwa pernikahan Haris dan Aqna memang sudah harus terjadi jauh-jauh hari, sebelum Zaidan menemukan mereka di Jakarta.  Semoga Zaina mengerti bahwa, pernikahan itu adalah sebuah suratan takdir yang memang Allah rahasiakan dengan siapa seharusnya seseorang bersanding di pelaminan, mengikat janji suci pernikahan. Bocah sepuluh tahun itu malah merengut. [Nggak. Zaina nggak ngerti!] pekiknya di telepon.  Zaidan tertawa, dia tidak memaksa Zaina untuk paham situasi orang dewasa. Namun, bagaimana seharusnya dia menjelaskan pada anak itu, jelas dia tidak akan paham, karena ini bukan ranahnya.  “Y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN