Permintaan Terakhir

1318 Kata

Brankar diletakan di depan mobil. Dibantu Aziz, Gias segera menurunkan Aqna yang masih belum sadarkan diri. Beberapa perawat membawa pasien ke UGD. Dokter Aghni tiba-tiba ada di antara mereka.  Wanita itu menatap Aqna yang dibawa masuk ke ruang unit gawat darurat. Dia juga menatap Haris yang memakai jas pengantin sementara bunga melati melingkar di lehernya. “Bu Aqna kenapa?” tanyanya pada Haris.  “Ngedrop, Dok.” Seketika keluarganya menoleh pada Haris, terutama Aziz yang langsung mendekat setelah kepergian Dokter Aghni. “Maksud kamu apa?” tanya Aziz.  “Maaf, Pak. Sebulan yang lalu saya baru tahu, kalau--” Haris menatap kilat di mata Aziz. Dia segera mengalihkan pandangan pada Marini yang sudah berdiri di sebelah suaminya, “Aqna sakit kanker otak stadium akhir.” Seketika tubuh Aziz ro

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN