Juna terpekur di salah satu sudut kafe dekat kampus. Ia tengah menunggu kehadiran seseorang. Setelah seminggu lalu berhasil meringkuk seluruh komplotan preman yang melukai adiknya hingga tak bisa berjalan selama beberapa waktu. Ia pikir akan bisa bernapas lega. Sayangnya, kenyataan pahit yang menimpa Nessa cukup memukul perasaannya sebagai seorang kakak. Juna merasa gagal menjaga Nessa. Lamunannya bergelayut menyalahkan diri sendiri. Sampai seseorang datang duduk di depannya, ia baru memaksakan senyum. "Kamu bilang mau ngomong sesuatu?" Anna tampak gusar menatap wajah kuyu pria di hadapannya. "Ada masalah ya?" lanjutnya. "Nessa-" "Nessa kenapa? Gimana kabarnya? Kamu janji kan bakal kasih tahu di mana dia kalau keadaan udah aman?" Juna terdiam, tak mampu mengatakan apa-apa pada An

