Sepanjang koridor kampus, langkah Anna terlihat lunglai lemas. Pikirannya menerawang jauh hingga ke antah berantah. Pengakuan Nessa benar-benar menghadirkan ledakan besar di jantungnya. Seperti ada petasan menyala-nyala di sana. Antara percaya dan tidak. Saat Nessa mengirimkan foto perutnya yang agak berbeda dan tak lagi rata seperti dulu kala, baru lah ia yakin itu bukan candaan semata. Lebih mengenaskan lagi, Anna bingung siapa pelakunya? Nessa hanya mengatakan nanti Anna akan tahu dengan sendirinya. Sekarang saja rasa penasaran bercampur marah sudah menggerayangi emosinya. Sangking khidmat melamun dalam amarah, ia baru sadar ketika tubuhnya menubruk Niko di persimpangan belokan koridor. Anna mendongak mendapati Niko menghadangnya. Artinya, cowok itu sengaja menghalau jalan Anna. Rup

