Bab. 33 - Terjatuh

1223 Kata

Senja di ujung langit menyapa hangat. Mengantar pulang sang surya ke peraduan. Nessa terpekur menatap angkasa dari balik jendela. Semilir angin menggerai rambutnya dengan bebas. Ia merindukan seseorang. Hanya sebentar, kemudian mengenyahkan pikiran itu. Menenggelamkan kenangan tentang Gama sedalam ia bisa. Nessa sadar, cintanya tak lagi bisa diperbaiki. Ia harus realistis dan logis, mengesampingkan perasaan semata. Suara ketukan pintu menghalau angannya, Nessa mendekati pintu dan membuka kuncinya. "Gama?" Lelaki itu tersenyum manis. "Iya ini aku." "Untuk apa kamu datang ke sini?" "Untuk menjadi ayah dari anak yang kamu kandung." Suara azan Isya menggema. Nessa terlonjak bangun dari lelap mimpi semunya. Ia ketiduran selepas salat Magrib tadi. Sejenak Nessa menekan d**a, perasaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN