"Kalian, ngapain?" tanya Maira seakan punya banyak keberanian. Bara yang berada di belakangnya hanya diam memperhatikan. "Siapa, lo?" tanya salah satu anak punk tersebut, yang tidak lain adalah ketuanya, dengan raut wajah yang tidak suka. "Dia yang tadi di warung makan, bos." ucap anak buahnya yang ternyata masih mengingat wajah Maira. Sang ketua diam sejenak, "Ooh. Yang pelit itu?" ucapnya dengan sinis. "Pelit?" Maira membeo. "Ya iyalah, ada orang minta, terus enggak mau ngasih, namanya apa kalau bukan pelit?" Maira hendak membuka mulut, membalas perkataan itu, tapi Bara lebih dulu bersuara. "Kami bukannya pelit anak muda. Kamu dan teman-temanmu masih kuat untuk bekerja, tanpa harus meminta-minta." Anak-anak punk itu lalu terdiam, "Lihat. Anak kecil yang uangnya kamu minta paksa itu

