“Kamu udah pulang, Bar?” tanya Safira kepada Bara yang baru saja memasuki kamar mereka. “Hm.” Jawab Bara singkat. Seperti biasa, jika Safira sedang ada keinginan, Safira selalu mendekatkan diri kepada Bara. Seperti saat ini. Safira beranjak dari posisinya duduknya di atas ranjang, kemudian berlari kecil menghampiri Bara. “Duduk dulu, Bar.” Namun Bara langsung menarik tangannya, Safira diam membeku, senyum manis di bibir dan binar di matanya menghilang seketika. “Bar? Are you okay?” tanya Safira menatap Bara lekat-lekat. “Kamu mau ngomong apa?” tanya Bara tanpa basa-basi. “Kita bisa duduk dulukan, Bar?” Bara akhirnya menghela napas panjang, sebelum akhirnya menuruti Safira untuk duduk di tepi ranjang. Bara sudah menunjukkan wajah yang masam, keinginannya hanya satu, yaitu se

