23. Minum 'Kopi' Bersama

2049 Kata

"Terima kasih, Pak Arif. Sudah repot-repot mengantar pulang juga membantu membawakan belanjaan kami hari ini." Aku berucap pada lelaki di depanku. Pak Arif mengangguk. "Aku yang harusnya berterima kasih karena sudah dijamu makan siang," sahutnya diakhiri senyum. "Lain kali Fia yang makan siang di rumah Om, ya?" Dia lalu merundukkan badan, mengusap wajah Fia. Fia mengangkat wajahnya, menoleh ke arahku. Kukedipkan mata sebagai isyarat. "Iya, Om," sahut anak itu singkat. Lalu tersenyum kecil dan agak kaku. "Kalau begitu aku permisi, Dinda," pamit Pak Arif. "Ya, silakan. Hati-hati di jalan," tandasku. Pak Arif masuk ke dalam mobil. Melambaikan tangan sebelum akhirnya mengemudikan kendaraan beroda empat itu. Aku pun segera menutup pintu pagar. Ketika berbalik, Fia sudah tidak ada. Sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN