42. Keinginan Dinda Yang Terkabul

1896 Kata

[Pov Arya] *** "Duluan," pamit Roy. "Ya, hati-hati." Kulambaikan tangan ke arahnya, sebelum Roy masuk ke dalam mobil. Sempat kulihat wajah cantik di balik jendela itu terlihat sendu. Ah, Dinda pasti merasa terpaksa karena lagi-lagi harus pulang bersama Roy. Ini salahku, yang memintanya untuk bersikap wajar seperti biasa di depan Roy, agar dia tidak curiga tentunya. Aku merogoh ponsel dalam saku jas. Menekan aplikasi pesan singkat, mengetik satu kalimat pada kontak Dinda. "Tunggu aku di rumah," tulisku. "Silakan, Tuan." Pak Mali sudah membuka pintu. Aku mengalihkan pandangan dari layar smartphone-ku. "Ya," sahutku, lalu masuk ke dalam mobil. Pak Mali pun masuk ke dalam mobil, duduk di belakang kemudi. "Ke mana, Tuan?" tanyanya, menatapku dari kaca spion dengan seulas senyum. Aku ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN