[Pov Arya] *** "Adindaku, kakandamu baru tiba di bandara. Sebentar lagi take on." "Dinda, Sayang. Kamu di mana? Aku udah di bandara Jakarta." "Dinda." "Dinda." "Dinda." "Kamu ke mana? Aku udah di depan rumah." "Dinda, kamu di mana?" "Apa aku udah buat salah sama kamu?" "Please, Dinda. Balas." Buku jariku memutih karena meremas benda persegi di tangan. Ponselku, beberapa tahun silam. Semua pesan yang aku kirim pada Dinda, tak satu pun mendapat balasan. Aku mengerti jika dia tidak memiliki pulsa untuk membalasnya, tapi ... dia juga tidak menjawab semua teleponku. Sampai sekarang, aku tidak pernah tahu alasannya. Bahkan, aku tidak berniat ingin menanyakannya, kendati kami sudah bertemu kembali. "Bukankah hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan? Saya harap Anda tidak akan

