56. Bukan Mimpi

2124 Kata

"Apa ... Fia kita bawa aja ke psikolog?" "Buat apa?" "Dulu Fia enggak gitu. Dia pendiem, baik, penurut--" "Emang sekarang dia jadi nakal?" sela Arya. "Ya, enggak. Cuma ... sikapnya itu sekarang jadi gitu. Ya, kamu lihat sendiri, lah. Beberapa bulan kenal dia, pasti kamu bisa bedain." "Itu lumrah, aku juga dulu gitu. Waktu TK aku punya banyak teman, tapi waktu di sekolah SD, karena banyak yang ejek aku, aku jadi agak pendiam. Di SMP, pikiranku mulai terbuka. Dan akhirnya, menginjak SMA aku menutup diri kembali. Aku mulai membuka pergaulan, ketika kuliah di London," terang Arya. "Mm, aku ngerti," sahutku. "Menurut aku, Fia begitu karena dia punya masa kecil yang cukup menyakitkan. Membuat dia selalu berhati-hati menghadapi orang baru. Terlebih dia punya ibu kamu, yang sibuk bekerja d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN