"Pantas aja, kamu enggak pernah jawab setiap aku tanya siapa nama mantan suami kamu," tukas Yuni lagi. "Jadi kamu percaya sama berita ini?" tanyaku pada Yuni dengan nada berat. Yuni terdiam selama beberapa detik. "Maaf, Din. Tapi ... yang aku lihat kamu emang ...." "Dinda!" Aku menengok ke arah sumber suara. Alisha berjalan ke arahku, kemudian memeluk begitu tiba di hadapanku. "Itu enggak benar, 'kan?" ucapnya setelah melepas pelukannya. Aku menggelengkan kepala. "Enggak, Sha. Itu enggak benar," jawabku dengan suara serak. Kemudian, entah kenapa aku menangis begitu saja. Terharu rasanya, ketika ada yang mempercayaiku walau itu hanya satu orang di antara sekian banyak manusia. . "Begitu ceritanya," pungkasku, mengakhiri semua kisah panjang antara aku, Arya dan Fia. Alisha meraih ta

