“Aku masih terus mengenyahkan pikiran tentang kau yang menyakit Eugene, tetapi hal itu tidak pernah hilang hingga kini. Sekarang katakanlah dengan jujur,” pinta Alex. Pria itu baru saja menceritakan tentang masa lalu mereka, ketika Eugene tengah hamil tua. “Kalau aku menjawab bahwa yang kau pikirkan itu benar, kau akan melakukan apa? Semua sudah berakhir, mereka sama-sama telah ditelan tanah. Tetapi anak itu malah semuanya bertambah rumit,” ujar Sam. Alex menghela napas lelah, entah hal apa lagi yang harus dirinya katakan. Sam sudah telanjur masuk ke dalam kubangan dendam, pria itu tidak akan mudah percaya sekalipun sahabatnya sendiri yang menjelaskan. “Eugene sangat mencintaimu, alasan dia pergi setelah melahirkan adalah demi melindungi anaknya. Kau pikir dia mau bertahan dengan pria yan

