"Sin buruann!!" Pagi-pagi setelah sarapan, Nanda dan Sinta sudah berebut masuk ke dalam toilet. Namun pergerakan Nanda kalah cepat sepersekian detik sehingga Sinta lebih dahulu menguasai ruangan itu. "Buruan sintaaa!!!" Nanda menggedor-gedor dengan memegangi perutnya. Gadis itu sudah sangat menderita. Wajahnya pucat penuh keringat dingin. Dia meliuk-liuk karena merasakan lambungnya terlilit. "Sebentar!!" Di dalam sana Sinta menyahut keras. "Buruan Sinta! Udah gak kuatt!" Nanda nyaris menangis. Bahkan gadis itu sudah bersimpuh di lantai depan pintu kamar mandi. Keysa kasian melihatnya. Ini adalah efek dua temannya itu kemarin rakus makan cabai dan gorengan. Apalagi sekarang Mama juga membuat sambal cukup pedas. Perut mereka jelas terkontraksi. "Nan, di bawah masih ada toilet. Kamu ke sa

