Lari pagi

2254 Kata

Bunyi alarm dari dua ponsel berdering nyaring mengagetkan tiga gadis terlelap dalam tidurnya. Nanda membuka mata terlebih dahulu. Matanya masih sangat lengket. Dia mengenali suara alarm itu bukan dari ponselnya. Berhubung datang bulan, jadi dia sengaja tidak mengatur waktu. Lalu sebelah kakinya menendang siapapun yang ada di dekatnya untuk bangun. Berisik. Raut wajah gadis itu tampak kesal. Sinta mengerang. Dia mengucek matanya. Lalu bibirnya menguap. Mengubah posisinya menjadi duduk bersila. Pelan-pelan cahaya putih masuk ke dalam matanya. Mengerjap beberapa kali untuk memperjelas pengelihatan. Dirasakan Keysa juga terbangun. Rambut keduanya berantakan. Mata pun masih terkantuk-kantuk. Niat hati ingin melanjutkan tidur dan bergemul dengan selimut karena udara Jakarta terasa dingin menyen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN