Langkah Keysa tegap menggema di sepanjang koridor. Kakinya yang panjang membuat langkah anak itu cepat hilang. Lucunya, tim mereka, ditambah reporter, satpam dan beberapa guru turut mengejar. Kali ini para siswa hanya menatap dari kejauhan. Tidak ada lagi yang berani mendekat. Semuanya ketakutan. Mereka takut jika ikut diborgol polisi. Suasana mulai sedikit kondusif. Banyak ruang gerak untuk Keysa. Langkahnya semakin cepat. Maju terus dan berbelok di ujung koridor. Keysa berhenti sebentar di depan ruang tata usaha. Kepalanya mendongak. Menatap sebuah televisi tipis yang menampilkan jejeran CCTV setiap kelas dan setiap sudut sekolah. Kemudian Keysa melangkah lagi menuju sebuah pintu kaca gelap di ruangan itu, lantas membukanya begitu saja. Membuat wanita resepsionis yang bekerja di sana jel

