Cinta adalah guru terbaikku. Cinta mengajarkan banyak hal dalam hidupku. Di antaranya caraku tersenyum, tertawa, bahagia, menangis, kecewa dan marah. Semua sudah aku rasakan. Dan apalah dayaku yang masuk dalam lingkup Cinta yang tak kunjung usai. Aku menyerah, aku memilih pergi sejauh mungkin. Jika Cinta itu menyakitkan, maka Aku memilih untuk berhenti mencinta. Aku tak pernah mengira tentang kebaikan Nino padaku, dia ternyata selalu melindungiku dari belakang. Dia mencintaiku sekian lamanya. Dia tidak ingin Aku dilukai orang lain, tapi dia yang melukaiku sejak lama. Dan, aku butuh waktu untuk menyembuhkan serpihan hatiku yang terlanjur hancur oleh Ajiz. Aku memilih bersembunyi dulu untuk menata kembali hatiku. Lagi, Aku berpikir jika Ajiz tulus padaku. Dia dengan sabarnya membimbin

