"Permisi, Pak." kepala Seira menyembul dari celah pintu. Nino menoleh dengan raut wajah datar khasnya. Seira masuk ke dalam menyunggingkan senyum tipis berhadapan dengan Nino. "Pekerjaan Saya hari ini sudah selesai, semua sudah Saya jadwal sesuai permintaan Bapak." Nino menganggukkan kepalanya paham. "Lalu?" "Saya minta izin untuk pulang lebih awal," ungkap Seira sedikit ragu. Tak ada perubahan dari raut wajah Nino. Nino menghentikan aktivitasnya menatap Seira dengan tatapan mata tajamnya. "Kenapa?" tanyanya tiba-tiba membuat Seira terdiam. "Kenapa meminta izin pulang lebih awal dari Saya?" Seira mengusap tengkuknya yang terasa panas sesuai dengan aura ruangan itu yang tak kalah panas. "Itu, Saya..." "Kamu minta Izin sama Saya pulang lebih awal, untuk apel sama atasan saya?" Se

