Bab 38

2777 Kata

      Malam menjelang dan mataku gagal memejam, hingga kupilih berjalan-jalan diseputar taman apartemen sambil menghirup udara dan merenungkan nasib yang tiada pasti mengenai hubunganku dan Adri. Haruskah aku kembali padanya? Aku yakin kembali kepelukan Adri terdengar membahagiakan, namun kenyataannya aku masih dipersimpangan bimbang dan keraguan. Apakah aku benar-benar bahagia bersamanya? Lalu bagaimana dengan janji yang kukatakan pada Adya, apakah dengan begitu mudah aku melanggarnya dan membuat dia beserta putrinya menderita? Aku pernah berada di posisi di mana aku diabaikan sebagai seorang anak, apakah pantas aku menghancurkan rumah lain untuk membangun rumah sendiri? Seberapa sanggup kakiku melangkah maju dan menghadang dunia hanya untuk bahagia hidup bersamanya. Bukankah aku terlal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN