Aku baru tau kalau keluarga besar Ibu Dina telah mengetahui hal memalukan ini. Wanita itu baru memberitahu, selepas beberapa hari pertemuan keluarga besarnya. Pertemuan yang diadakan dalam rangka tasyakuran diterimanya salah satu keponakan Ibu, menjadi aparatur sipil negara. Shiiit!! Aku kesal, juga malu. Mau ditaruh di mana mukaku? Aku merasa ditelanjangi tanpa disadari. Lalu dengan santainya berjalan kesana kemari tanpa mengerti bahwa aibku tengah tersingkap kemana-mana. Pantas saja mereka mengabaikanku! Tidak melihat sedikit pun ke arahku. Pasti menganggapku pengganggu yang perlu disingkirkan atau dibiarkan agar tau diri dan menghilang dengan sendirinya. "Mereka berencana menjegal kamu, memberikan pelajaran ke kamu." Ibu Dina memberikan pengakuan lagi. Aku melongo, merasa tertohok.

