Beberapa purnama berlalu tetap seperti itu. Aku masih berusaha sendiri. Menciptakan neraka baru untukku, untuk Ibu, kadangkala untuk kedua aadikku. Dari waktu ke waktu. Maafkan aku Bian, Dian! Aku gagal menjadi seorang kakak yang baik untuk kalian. Dalam kekalutan dan kekacauan, ada beberapa hal yang membuatku masih harus tetap bersyukur. Aku masih memiliki kasih sayang Bian dan Dian secara utuh. Meskipun terkadang mereka menampakkan kekesalan. Karena aku, mereka terkena cipratan getahnya. Hmmm..., Pak Marcel, lupakan. Seobsesif apapun Pak Marcel kepadaku, ia memang tidak pernah melakukan hal senonoh. Tapi sikap juga perkataan kasarnya membuatku benar-benar muak. Ibu Dina, aku tau, di balik cueknya, ia masih menyimpan kepedulian yang besar kepadaku. Meskipun tidak beliau tampakkan. Ma

