Bab 1
Andy Hermawan,seorang pengusaha kaya raya yang tampan tetapi karena sifat dan sikapnya yang cuek dan dingin membuat dia masih belum mempunyai pasangan di umurnya yang sudah berada di kepala tiga.
Tapi pada suatu ketika Andy merasakan sesuatu yang tak biasa saat bertemu seorang gadis waktu ia berkunjung di rumah buliknya.
Ya,sebut saja Tini.Gadis cantik nan elok yang bekerja sebagai pembantu di rumah bu Marni,bulik dari Andy.
Andy pun jadi sering berkunjung ke rumah buliknya tersebut karena rasa penasarannya terhadap Tini.
"Tok...Tok...".
"Assalamu'alaikum" ucap Andy memberi salam sambil mengetuk pintu rumah buliknya.
"wa'alaikumsalam" jawab seseorang dari dalam rumah.
Selang beberapa saat,pintu pun di buka.Ternyata yang membukakan Tini,membuat Andy jadi salah tingkah dan lupa tujuannya kesana untuk apa.
"Eh Tini...Hehehehe...Bagaimana kabarmu Tin ?" ucap Andy sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Alhamdulillah baik mas,ada apa mas kemari ? mau ketemu sama bu Marni ?".
"Nggak Tin,aku mau ketemu kamu.Eeeeehh...Itu Tin...Anu..." ucap Andy gugup.
"Anu apa mas ? itu apa ?" tanya Tini bingung.
"Anu Tin,nanti malam kamu ada acara tidak ? rencana sih kalau kamu tidak repot dan tidak ada acara,aku mau ajak kamu buat makan malam.Sama itu...Aku mau ngomongin sesuatu ke kamu Tin".
"Mau ngomong apa mas ? saya malam ini kebetulan sedang senggang mas,tidak ada acara atau kesibukan apapun".
"Jadi,kamu mau tidak Tin makan malam bersamaku ?".
"Ya boleh mas".
"Yeeeessss !!!....Kalau begitu nanti aku jemput kamu jam tujuh malam ya.Kamu dandan yang cantik" ucap Andy kegirangan.
"Ya mas,saya minta ijin bu Marni terlebih dahulu ya.Nanti saya ke rumah mas Andy kasih kabar".
"Oke Tin,ku tunggu kabar darimu.Aku pamit pulang dulu ya" pamit Andy.
"Ya mas".
****
Tak berselang lama setelah Andy pergi pulang meninggalkan Tini,Tini pun bergegas menutup pintu masuk ke dalam rumah dan menemui bu Marni.Tini akan meminta ijin keluar nanti malam ke bu Marni.
"Maaf permisi bu saya mengganggu waktu ibu sebentar".
"Ya Tin ada apa ? duduk sini".
"Gini bu,baru saja mas Andy datang kemari.Mas Andy mengajak saya untuk makan malam bersama malam ini.Apakah saya boleh ijin untuk mengikutinya bu ?".
"Asal kerjaan rumah sudah beres semua kamu boleh pergi Tin.Tapi ingat,jangan pulang larut malam.Tidak baik perempuan pulang larut malam,apalagi keluarnya dengan laki-laki.Kamu mau pergi jam berapa Tin ?".
"Baik bu,tadi mas Andy mengajak saya pergi jam tujuh malam.Dan mas Andy bilang kalau hendak menjemput saya kemari".
"Yasudah Tin,kamu bersiaplah dulu.Ini sudah jam lima sore.Kerjaan kamu sudah beres semua ?".
"Sudah semua bu,kalau begitu saya ijin bersiap ya bu.Saya ke rumah mas Andy sebentar,mau memberi tahu kalau ibu mengijinkan".
"Ya sana Tin" ucap bu Marni tersenyum.
Tini pun bergegas pergi kerumah Andy,kebetulan jarak rumah bu Marni dengan rumah Andy hanya selang beberapa meter saja.Jadi Tini hanya berjalan kaki.
Sesampainya di sana Tini segera mengetuk pintu.Namun sebelum pintu di ketuk,muncul sosok pria paruh baya yang tampan nan kekar.
Ya itu adalah pak Tono bapak nya Andy.Tini yang terkejut seketika bingung dan gelagapan saat pak Tono bertanya ke dia.
"Ada apa kemari ?" tanya pak Tono dengan suara bariton nya.
"A_anu pak...Sa_saya mau bertemu dengan mas Andy".
"Ada perlu apa ?" tanya pak Tono sambil memicingkan matanya penuh selidik.
Belum sampai Tini menjawab,Andy keluar dari dalam rumahnya.
"Siapa pak ?".
"Ini nyariin kamu katanya" ucap pak Tono sinis.
"Ooohhh Tini,gimana Tin ? bulik kasih ijin ?".
"Iya mas,bu Marni memberi ijin.Tapi dengan syarat,saya tidak boleh pulang terlalu malam".
"Yasudah kamu balik dan bersiaplah.Jam tujuh tepat aku datang menjemputmu".
"Baik mas,kalau begitu saya ijin pamit pulang dulu mas Andy dan bapak".
"Ya Tin".
Selepas Tini pergi,pak Tono bertanya kepada Andy.Beliau berpura-pura seolah tidak mengenal Tini.
"Tadi siapa ? ciee....udah punya pacar cieee...."goda pak Tono ke Andy.
"Itu Tini pak,pembantu di rumah nya bulik.Belum pak,orang aku belum jaduan sama dia" ucap Andy.
"Lah ngapain dia kemari ?".
"Aku tadi ajak dia makan malam pak di resto favorit ku.Dia tadi kesini cuma kasih tau kalau dia di ijinkan bulik keluar buat makan malam sama aku".
"Ooo...Yasudah kamu siap-siap sana,jangan buat dia menunggu".
"Ya pak,aku siap-siap dulu".
Andy pun pergi masuk ke dalam rumah untuk bersiap dan meninggalkan pak Tono sendirian di teras rumah.Pak Tono yang terbakar api cemburu hanya bisa diam,karena tidak mungkin dia menghalang-halangi Andy untuk dekat dengan Tini.Sambil melamun dan merenung,pak Tono pun mempunyai ide yang sangat gila untuk menutupi kebusukannya.
"Oke besok siang aku akan menemui Tini dan menyampaikan ideku" gumam pak Tono dalam hati.
Tiba-tiba bu Ami istri pak Tono menghampiri pak Tono yang sedang melamun sendirian di teras rumah.
"Pak...bapak...pak...ye bapak ngelamun sendirian,kesambet baru tahu rasa loh pak" ucap bu Ami membuyarkan lamunan pak Tono.
"Ah ibu ngagetin bapak saja.Ibu ngapain disini ? kapan kemarinya bu,kok bapak gak tau" ucap pak Tono terkejut.
Bu Ami pun terkekeh "Lah wong bapak dari tadi ibu perhatiin melamun sendirian,ya ibu kagetin aja daripada kesambet nanti.Padahal ibu tuh dari tadi loh disini.Bapak aja yang keasikan melamun sampai istrinya datang gak tau".
"Iya...iya...sayangku yang cantik sendiri tiada duanya...Maafin bapak kalau bapak tidak menyadari bahwa bidadariku ini sudah disini sedari tadi" ucap pak Tono merayu.
"Ah bapak ini selalu bisa saja meluluhkan hati ibu" ucap bu Ami tersipu malu.
"Yasudah ayo kita masuk,sudah mau magrib juga" ajak pak Tono.
"Ya pak,ayo".
Pak Tono dan bu Ami pun masuk kedalam rumah.
****
Waktu menunjukan pukul tujuh malam.Seperti yang di janjikan,tepat jam tujuh malam itu mobil yang Andy tunggangi parkir di halaman rumah bu Marni.Andy menjemput Tini untuk makan malam sesuai dengan janjinya.
"Tok...Tok..."
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam" ucap Tini sambil membuka pintu rumah.
Andy yang terpukau dengan penampilan Tini malam itu hanya bisa ternganga diam tanpa berkata apapun.
Tini terlihat cantik dengan balutan gaun panjang selutut berwarna biru muda membuat kulit Tini tampak bersih.Polesan wajah yang natural membuat Tini menjadi tampak lebih segar dan lebih cantik.
"Cantik...".
"Ah mas Andy bisa saja,bagaimana kita berangkat sekarang ?" ucap Tini membuyarkan lamunan Andy.
"Ah_ i_ iya a_ayo" Andy yang gugup membuat dia jadi salah tingkah.
Mereka berjalan menuju mobil,Andy membukakan pintu untuk Tini dan mempersilahkan Tini untuk masuk.
"Silahkan masuk tuan putri".
Tini yang malu-malu hanya mengangguk tidak menjawab.Pipi Tini tampak merah merona karena malu.
Setelah Tini masuk kedalam mobil,Andy menutup pintu dan menuju ke arah kemudi lalu bergegas mengemudikan mobil menuju resto yang sudah Andy pesan.
Mobil yang di kendarai Andy berjalan dengan kecepatan sedang.Untuk mencairkan suasana tegang malam itu,Andy mencoba membuka pembicaraan.
"Mau dengarkan musik ? kamu suka nya musik apa Tin ?".
"Boleh mas daripada sepi,saya suka musik jass mas.Enak di dengar dan menenangkan" ucap Tini sambil tersenyum malu.Pipi Tini juga memerah karena malu.
Musik pun diputar,Tini dan Andy sangat menikmati perjalanan malam itu.Tak terasa mereka telah tiba di resto tempat mereka akan menikmati hidangan makan malam.
Bersambung...................
****
Mohon maaf yang sebesar besarnya apabila masih ada kesalahan penulisan dan gaya bahasa yang masih kaku.Simak terus kisah nya,insyaallah bisa update setiap hari.
Terimakasih..........
****