Pengorbanannya

824 Kata

    Roland mengelus surai Nares perlahan. Menyingkirkan helai-helai anak rambut yang menutup sebagian kening anak itu. Roland menatap setiap embusan napas yang menciptakan embun keruh pada masker oksigen. Dari balik masker itu, Roland bisa melihat betapa pucatnya Nares. Anak itu bahkan terlihat kesakitan di tengah ketidaksadarannya.     "Res ... maafin Mas, ya. Mas terpaksa ungkapin semuanya ke orangtua kamu, tanpa persetujuan kamu terlebih dahulu. Karena Mas nggak tahu lagi harus bersikap seperti apa. Sikap mereka benar-benar bikin Mas emosi. Syukurlah, sekarang mereka sudah tahu hubungan kamu dan Atha sebenarnya. Meskipun mereka masih denial bahwa Atha sejahat itu."     Roland menarik napas dalam. Berusaha mengontrol dirinya. "Tapi kamu tenang aja, ya, Res. Seperti yang udah aku bilang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN