Mengetahuinya

1139 Kata

    "NARES!"     Akhirnya ... akhirnya Roland bisa berteriak. Semoga mereka mendengar. Jika tidak, selain hati, telinga mereka pun telah tuli.     Wanda yang pertama menoleh. Kedua bola matanya membulat. Sejenak tubuhnya membeku. Perlahan ia berdiri, seluruh tubuhnya terasa berat dan sulit digerakkan. Ia terus berusaha. Langkah pelannya semakin cepat untuk segera sampai di sana.     Sandi memandang ke arah istrinya pergi. Lelaki itu bergegas mengikuti setelah tahu apa yang terjadi. Wanda bersimpuh di samping Nares yang masih berada dalam dekapan Roland. Tubuh Wanda melemas, tak tahu harus bagaimana, hanya bisa menangis menatap kondisi putranya.     Kejang itu masih menyerang tanpa ampun. Darahnya pun mengalir deras baik dari kedua lubang hidung ataupun dari sudut bibir.     "Oom ... p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN