Enam Belas

2292 Kata

Freya berdiri di depan pintu kamar Aksa. Dia canggung sekali harus mengetuk pintu di malam selarut ini. Berkali-kali kepalan tangannya mengambang di udara. Freya menggoyangkan kepala, kemudian berbalik membelakangi pintu.  Dia meniupkan angin dari mulutnya. Sudah dia putuskan akan tetap meminta bantuan Aksa. Freya berbalik dan tak sengaja tubuhnya beradu dengan Aksa yang hendak ke luar dari kamar. “Owh.” Dia mundur perlahan. “Maaf,” ucapnya pelan sembari terus mundur. Aksa terdiam menatap wajah gugup Freya. Kenapa setelah apa yang Freya lalui bersama Aksa harus ada kegugupan seperti ini?  Aksa menarik napas, menelan liurnya yang mendadak tercekat di tenggorokan yang memang butuh air, itulah sebabnya Aksa keluar dari kamar. Jakunnya bergerak efek dari menelan liurnya sendiri. “Kenapa?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN