Mobil yang di kendarai Jaka berhenti tepat di depan pemakaman umum. Jaka melirik Puspa, mengisyaratkan wanita itu agar ikut turun dengannya. Puspa berjalan di belakang Jaka, sedikit bingung apa tujuan mereka ke sini. Begitu sampai di depan salah satu makan yang bertulis nama seseorang, kening Puspa berkerut samar. Apalagi mendengar Jaka. "Assalammualaikum, Ma. Jaka datang lagi." Membuat Puspa semakin bingung. Tunggu ini sebenarnya makam siapa? "Jaka hari ini datang sama menantu Mama." Jaka mendongak seperti menyuruh Puspa ikut berjongkok juga. "Mama tenangnya di alam sana. Jaka akan berusaha jadi anak baik seperti yang Mama bilang waktu aku kecil." Jaka mengusap batu nisan tersebut. Menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya. "Puspa, ini Mama kandung saya." Jaka melirik Puspa sekilas.

