"Assalammualaikum. Sayang! Aku pulang." Tidak ada jawaban yang Jaka dapat dari dalam. Lelaki itu masuk ke dalam rumah dengan kening yang berkerut, meletakkan sepatunya di tempat sepatu yang kebetulan ada di balik pintu. Jaka menenteng tasnya yang biasa akan Puspa ambil dari tangannya. Lantas Jaka kedapur, melihat apakah keberadaan istrinya ada di sana. Namun, nihil yang ia dapat. Kemudian Jaka beralih naik ke lantai dua, menaruh kantung kresek yang ia bawa tadi di atas meja makan terlebih dahulu. Begitu membuka pintu kamar, hanya sunyi yang menyapa. Jaka pun berdiri di depan pintu kamar mandi. Mengetuknya pelan. "Pit, kamu di dalam kan?" Tak ada juga jawaban. Jaka menghela napas, sedikit kesal. Seharusnya istrinya itu memyambutnya pulang. Bukan malah sunyi yang menyambut kedatangannya.

